niyya

Just another WordPress.com weblog

DASAR-DASAR CITRA DIGITAL

1.Elemen-elemen dalam Persepsi Visual
Gambar-gambar yang selama ini dimiliki dan dilihat oleh manusia merupakan hasil
pencitraan dari sebuah cahaya yang ditangkap oleh mata melalu retina-nya.
Demikian juga dengan ilmu pengolahan citra digital, yang meskipun dibangun
dengan dasar matematis dan teori dan formula probabilitas, intuisi dan analisa
seorang manusia lebih memiliki peranan penting dalan memilih mana yang lebih baik
dari sebuah teknik yang satu dengan teknik yang lain. Pilihan yang dipakai cenderung
merupakan pilihan yang subjektif. Hal ini dikarenakan terbatasnya kemampuan fisik
manusia dalam memproyeksikan citra yang mereka lihat dan amati.

2. Pembentukan Bayangan pada mata.
Oleh karena itu, sebelum mengenal lebih jauh tentang citra digital maka kita
sebaiknya mengenal dengan baik alat alami yang dimiliki oleh manusia untuk melihat
citra-citra tersebut.Namanya adalah mata, mata adalah salah satu alat tubuh
manusia paling vital, dengan mata manusia dapat dengan cepat memutuskan sebuah
permasalahan yang mereka hadapi. Mata memproses semua cahaya yang masuk
kedalam mata dan mempersepsikannya menjadi sebuah bayangan. Bayangan ini
kemudian dikirim ke otak berupa sinyal yang kemudian akan dipersepsikan oleh otak
menjadi sebuah benda yang kemudian dapat disebut kan oleh manusia benda
apakah yang dikirimkan oleh mata ke otak dan berikut dengan informasi lainnya.
Adaptasi terhadap Tingkat Kecerahan dan Discrimination.
Mata memiliki kemampuan untuk mengadaptasi secara alamiah terhadap seberapa
banyaknya cahaya yang masuk kedalam mata untuk mendapatkan pandangan yang
baik dan memiliki daya reflek yang memungkinkan mata terlindungi dari masuknya
cahaya yang berlebihan kedalam mata. Mata dapat mengadaptasi jumlah intensitas
cahaya dalam range sebesar106 .Dimana jarak transisi dari scotopic sampai lepada
photopic vision sebesar 0.001 sampai 0.1 milliambert(-3 sampai -1mL dalam skala
Log). Kemampuan mata untuk berdapatasi dengan berbagai macam intensitas
cahaya disebut dengan Brightness Adaptation. Kemampuan mata dalam
membedakan antara perubahan dari intensitas cahaya pada level apapun juga
merupakan bagian yang unik untuk diteliti lebih lanjut. Dimana dengan meneliti
peningkatan dari level illuminance (kecerahan) dalam durasi sangat cepat yang
muncul sebagai sebuah lingkaran tengah disebuah permukaan. Ada dua fenomena
dalam yang secara jelas mendemokan bagaimana sebuah tingkat kecerahan tidak
sesederhana sebuah fungĂ­s indentitas. Pertama, berdasarkan kepada fakta bahwa
sistem penglihatan cenderung untuk melihat daerah-daerah sekitar dari objek yang
diamati sehingga kita menemukan tingkat kecerahan yang beda-beda dari sebuah
benda atau objek.Kedua, fenomenanya disebut sebagai simultaneous contrast.
Fenomena ini berhubungan dengan fakta bahwa wilayah yang mendapatkan cahaya
tidak bergantung pada intensitas cahayanya. Jadi bisa disebut terbentunya optical
illusions.

November 16, 2008 Posted by | Uncategorized | 1 Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.